Laporan Akhir Modul II : Transistor



1. Jurnal [Kembali]

Nama : Muhammad Nabil Mirza

NIM   : 2410951003

Tanggal Praktikum : 21 Oktober 2025

Asisten  : Luthfi Fhadlurrahaman

                 Rahmi Humira


1, Rangkaian Fixed Bias

Parameter

Nilai Pengukuran

Vrb

 11 V

Vrc

 10,54 V

Vb

 0,754 V

Vc

 1,193 V

Vbe

 0,71 V

Vce

 1,13 V

Ib

 1,18 mA

Ic

 160,1 mA



2. Rangkaian Emitter-Stabillized Bias

Parameter

Nilai Pengukuran

Vrb

 9,78 V

Vrc

9,44 V 

Vre

1,38 V 

Vb

2,010 V 

Vc

2,291 V 

Ve

5,8 mV 

Vbe

0,639 V 

Vce

0,92 mV 

Ib

0,15 mA 

Ic

20,3 mA 

                                


3. Self Bias

Parameter

Nilai Pengukuran

Vrc

0.809 V

Vrb

0,388 V 

Vre

11,27 V 

Vb

11,92 V 

Vc

11,28 V 

Ve

11,27 V 

Vbe

0,6 V 

Vce

0,35 V 

Ib

1,12 mA 

Ic

1,32 mA 

                                


4. Voltage Devider Bias

Parameter

Nilai Pengukuran

VrVR2

 6 V

Vrc

10,1 V 

Vre

1,54 V 

Vb

2,25 V 

Vc

1,65 V 

Ve

1,67 V 

Vbe

0,64 V 

Vce

37 mV 

Ib

0,89 mA 

Ic

0,87 mA 

                                         

5. Power IC dengan Regulator

Ic

Vin

Kapasitor

Resistor

Vout

7805

 6 V

0,1uF

1uF 

33 ohm 

5,7 mV 

7809

 10 V

 0,1uF

1uF 

 33 ohm

 9,65 mV

7812

 12,03 V

 0,1uF

1uF 

 33 ohm

 11,74 mV


2. Prinsip Kerja [Kembali]

1. Fixed Bias

Rangkaian Simulasi 


Prinsip Kerja 

    Pada rangkaian transistor fixed bias, VCC yang digunakan adalah 12V dimana arusnya akan mengalir ke R1 (VRB) lalu menuju ke kaki base transistor, tegangan yang diperoleh di transistor akan didapatkan diatas 0,6 v sehingga transistor aktif, lalu arus akan mengalir ke kaki emitor dan berakhir di ground. Dan karena transistor aktif maka arus VCC akan mengalir juga ke R2 (VRC) lalu menuju kaki kolektor transistor lalu mengalir ke kaki emitor dan berakhir di ground.


2. Self Bias

Rangkaian Simulasi 


Prinsip Kerja 

    Pada rangkaian transistor Self Bias, Tegangan VCC nya adalah 12V dimana arusnya akan mengalir ke R1 (VRB) lalu menuju ke kaki base transistor dan akan didapatkan VBE diatas 0,6 V dan transistor aktif. Lalu arus akan mengalir ke kaki emitor, lalu ke R3 (VRE) dan berakhir di ground. Dan karena transistor aktif maka arus VCC juga akan mengalir ke R2 (VRC) lalu menuju ke kaki kolektor, lalu ke kaki emitor, lalu ke R3 (VRE) dan berakhir di ground.


3. Voltage Divider Bias

 Rangkaian Simulasi


Prinsip Kerja 

    Pada rangkaian transistor Voltage Divider, Tegangan VCC nya adalah 12V dimana arusnya akan mengalir ke R1 (VRB) lalu terbagi menjadi dua arah yaitu menuju ke kaki base transistor dan R3 dimana arus yang menuju ke kaki base akan mengalir ke kaki emitor dan mengalir ke R4 (VRE) dan akan berakhir di ground sedangkan arus yang mengalir ke R3 akan mengalir ke ground. Dan akan didapatkan VBE diatas 0,6 V dan transistor aktif, karena transistor aktif maka arus VCC juga akan mengalir ke R2 (VRC) lalu menuju ke kaki kolektor, lalu ke kaki emitor, lalu ke R4 (VRE) dan berakhir di ground

4. Regulator Power Supply

Rangkaian Simulasi 



Prinsip Kerja

    Tegangan input yang digunakan adalah 5V atau 12 V dimana arus nya akan masuk ke kaki N (Input) IC Regulator dan akan keluar dari kaki N (output) IC Regulator dan menuju resistor dan berakhir di ground. Tegangan keluaran yang akan didapatkan sesuai dengan jenis IC Regulatornya misalnya IC Regulator 7805 maka tegangan keluarannya adalah 5V dan IC Regulator 7809 adalah 9V dan 7812 adalah 12V. ini berlaku untuk variasi tegangan inputnya lebih besar dari spesifikasinya. Jika tegangan inputnya kecil dari spesifikasinya maka tegangan keluarannya dibawah spesifikasinya.

3. Video Percobaan [Kembali]

1. Rangkaian Kondisi



2. Rangkaian Fixed Bias



3. Rangkaian Emitter-Stabillized Bias



4. Rangkaian Power IC dengan Regulator



4. Analisa[Kembali]

1. Analisa prinsip kerja dari rangkaian self bias berdasarkan nilai parameter yang didapatkan ketika percobaan.
Jawaban :
    Rangkaian self bias menjaga kestabilan arus dengan tegangan umpan balik dari kolektor ke emitter. Dari hasil pengukuran, nilai VBE = 11,92 - 11,27 = 0,65 V yang dapat diartikan basis-emitter menunjukkan dalam kondisi bias maju, sedangkan nilai VCE = 11,28 - 11,27 = 0,01 V yang menunjukkan transistor adanya daerah saturasi. Faktor penguatan arus sangat rendah, yaitu β = 1,179, sehingga hubungan linear antara B dan C tidak berlaku dan penguatan sinyal tidak optimal. Agar transistor ada di daerah aktif sebagai penguat, nilai R bias diatur sehingga VCE mendekati setengah volt dari catu daya.

2. Analisa prinsip kerja dari rangkaian voltage divider bias berdasarkan nilai parameter yang didapatkan ketika percobaan.
Jawaban : 
    Berdasarkan data percobaan rangkaian voltage-divider bias, diperoleh nilai VB=2,25 V, VE=1,67 V, VC=1,65 V, dan VCE=37 mV. Selisih VBE=0,64 V menunjukkan bahwa transistor dalam kondisi aktif maju, tetapi karena VCE sangat kecil dan tegangan kolektor hampir sama dengan tegangan emitter, transistor berada pada daerah saturasi. Arus basis IB=0,89 mA dan arus kolektor IC=0,87 mA menghasilkan rasio penguatan 𝛽≈0,98 , jauh di bawah β normal transistor, yang semakin menguatkan bahwa transistor jenuh. Prinsip kerja rangkaian voltage-divider bias tetap terlihat karena tegangan basis diperoleh dari pembagi tegangan R1 dan R2 (6 V), sehingga bias tetap stabil terhadap variasi β transistor. Namun, nilai resistor pada pembagi atau resistor basis perlu disesuaikan agar arus basis berkurang, sehingga transistor dapat bekerja di daerah aktif dan menghasilkan titik kerja (Q-point) yang sesuai untuk penguat.

3. Analisa pengaruh variasi kapasitor dan resistor terhadap output pada rangkaian Power Supply dengan IC Regulator.
Jawaban :
    A. Kapasitor
        1) Kapasitor Input (C-in)
                Kapasitor ini dipasang setelah dioda penyearah dan sebelum input IC regulator. Fungsinya adalah sebagai "tandon" muatan untuk meratakan tegangan DC yang masih berdenyut (pulsating).
  • Pengaruh Utama: Menekan Tegangan Ripple. Ripple adalah sisa-sisa gelombang AC pada tegangan DC setelah disearahkan.

  • Jika Nilai  Terlalu Kecil, kapasitor tidak mampu menyimpan muatan yang cukup untuk menyuplai beban di antara denyut dari penyearah.    

        2) Kapasitor Output (C-out)
                Kapasitor ini dipasang setelah output IC regulator. Perannya berbeda dengan Cin.
  • Pengaruh Utama: Meningkatkan Respon Transien dan Stabilitas. Respon transien adalah kemampuan power supply untuk menjaga tegangan output tetap stabil saat terjadi perubahan beban secara tiba-tiba.

  • Jika Nilai  Terlalu Kecil, tegangan output akan jatuh (drop/sag) sesaat selama jeda waktu ini.


    B. Resistor
        1) Resistor Pembatas Arus
            Resistor terlalu kecil dapat menimbulkan arus berlebih, sedangkan terlalu besar menurunkan efisiensi.
        2) Resistor Feedback
            Perubahan nilai resistor langsung memengaruhi tegangan output.

5. Download File[Kembali]

Download File Rangkaian Kondisi [Klik Disini]

Download File Laporan Praktikum [Klik Disini]

Video Kondisi 1 [Klik Disini]

Video Percobaan Rangkaian Fixed Bias [Klik Disini]

Video Percobaan Rangkaian Emitter-Stabillized Bias [Klik Disini]

Video Percobaan Rangkaian Power IC dengan Regulator [Klik Disini]

Comments